banner 728x250

SILATURAHMI, BUKAN SEKEDAR NOTIFIKASI DI GROUP WHATSAPP.

banner 120x600

Sorotistananews.com, JAKARTA— Di tengah arus komunikasi digital yang kian cepat, makna silaturahmi kembali menemukan relevansinya. Hal itu mengemuka dalam Halal Bihalal 1447 Hijriah di Grand Slipi Tower, Jakarta Selasa, 31 Maret 2026, yang tidak sekadar menjadi ajang temu, tetapi juga ruang refleksi bersama.

Dr. H. Adi Warman, S.H., M.H., MBA mengingatkan bahwa kedekatan yang dibangun melalui media digital belum tentu menghadirkan kedekatan yang sesungguhnya. Dalam kehidupan sehari-hari, interaksi melalui grup percakapan sering kali menciptakan ilusi kebersamaan.

“Kita sering merasa sudah bersilaturahmi karena setiap hari ‘bertemu’ di grup WhatsApp. Padahal, yang dibaca belum tentu dipahami, yang disampaikan belum tentu dirasakan,” ujarnya.

banner 325x300

Pernyataan tersebut bukan sekadar kritik, melainkan ajakan untuk kembali memaknai silaturahmi sebagai kehadiran yang utuh—fisik sekaligus batin. Dalam pertemuan langsung, terselip ruang untuk saling memahami, mengurangi prasangka, dan membangun kepercayaan.

Acara yang mengusung tema “Jalin Kekeluargaan dalam Semangat Idul Fitri menuju Lingkungan Produktivitas” itu dihadiri oleh Project Manager KSO PP–Grand Soho, Silvester Poernomo, serta perwakilan PT PP (Persero) Tbk yakni Nurjaman selaku Direktur Pengembangan Usaha, bersama anggota Komite Manajemen Denny Budiman dan Aceng. Hadir pula para tenant dan mitra kerja di lingkungan Grand Slipi Tower.

Dalam pandangan Adi Warman, produktivitas bukan hanya persoalan sistem dan aturan, melainkan hasil dari kualitas hubungan antarindividu di dalamnya. Lingkungan yang sehat, menurutnya, lahir dari rasa saling percaya dan kepedulian.

“Lingkungan yang nyaman bukan ditentukan oleh banyaknya komunikasi, melainkan oleh kualitas kepedulian. Di situlah kepercayaan tumbuh,” tuturnya.

Ia menambahkan, dinamika dalam sebuah komunitas adalah keniscayaan. Perbedaan pendapat dan kepentingan tidak dapat dihindari, namun perlu dikelola dengan kedewasaan. Tanpa itu, komunikasi mudah bergeser menjadi sekadar reaksi, bukan solusi.

Dalam konteks tersebut, ia mengingatkan pentingnya mengedepankan empati sebelum menyampaikan penilaian.

“Jangan sampai kita lebih cepat berkomentar daripada memahami, dan lebih mudah menilai daripada berkontribusi,” ujarnya.

Halal Bihalal, dalam perspektif ini, bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi momentum untuk memperbaiki relasi sosial. Dari pertemuan yang sederhana, terbuka peluang untuk memperkuat kebersamaan yang lebih bermakna.

Di tengah kehidupan yang serba cepat dan digital, kehadiran secara langsung menjadi semakin bernilai. Silaturahmi tidak lagi sekadar formalitas, melainkan fondasi bagi terciptanya lingkungan yang harmonis dan produktif.

“Jika hati sudah saling percaya, maka kerja akan terasa ringan, dan hasilnya akan nyata,” kata Adi Warman menutup sambutannya.-**

AW + 31 + 03 + 2026.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *