Catatan Subuh Menjelang Perjalanan Umroh
Bismillahirrahmanirrahim.
Subuh ini terasa begitu hening.
Langit masih gelap, namun hati terasa dipenuhi cahaya harapan.
Sorotistananews.com,- Catatan ini saya tulis pada Subuh, Kamis 5 Maret 2026, bertepatan dengan 15 Ramadhan 1447 Hijriyah, sekitar tiga jam sebelum kami berangkat menuju Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta untuk memulai perjalanan menuju Tanah Suci bersama keluarga besar NRA Group Travel.
Insya Allah kami akan terbang menggunakan Garuda Indonesia GA 980 dengan rute Jakarta – Jeddah, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Makkah untuk melaksanakan ibadah Umroh, sebelum melanjutkan i’tikaf di Madinah.
Perjalanan ini terasa sangat istimewa.
Dilakukan di pertengahan bulan suci Ramadhan, bulan yang oleh Rasulullah SAW disebut sebagai bulan rahmat, bulan ampunan, dan bulan pembebasan dari api neraka.
Ramadhan adalah bulan ketika pintu-pintu langit dibuka, do’a-do’a diangkat, dan hati manusia dipanggil untuk kembali kepada Tuhannya.
Namun pada saat yang sama, dunia sedang berada dalam kegelisahan.
Konflik dan ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat. Serangan dan balasan kekuatan militer membuat kawasan yang selama ini menjadi pusat peradaban Islam kembali diliputi kecemasan.
Langit yang biasanya dilalui jutaan manusia untuk perjalanan ibadah dan perdagangan sempat dipenuhi kekhawatiran.
Tetapi di tengah kegelisahan dunia itu, Allah masih memanggil hamba-hamba-Nya untuk datang ke Tanah Suci.
Subhanallah…
Betapa agung panggilan itu.
Ketika manusia sibuk dengan kekuasaan, senjata, dan ambisi dunia, Allah justru memanggil manusia untuk datang dengan pakaian ihram yang sederhana, meninggalkan semua simbol dunia.
Di hadapan Ka’bah, tidak ada lagi perbedaan kedudukan.
Tidak ada jabatan, tidak ada kekayaan, tidak ada kekuasaan.
Yang ada hanyalah hamba yang datang membawa dosa, air mata, dan harapan akan ampunan Allah SWT.
Subuh ini hati terasa sangat kecil.
Kita menyadari bahwa hidup ini hanya sementara.
Begitu banyak kesalahan yang mungkin telah kita lakukan.
Begitu banyak kesempatan berbuat baik yang mungkin telah kita lewatkan.
Karena itu perjalanan Umroh ini bukan sekadar perjalanan ibadah.
Ia adalah perjalanan pulang kepada Allah SWT.
Perjalanan untuk memohon ampunan.
Perjalanan untuk membersihkan hati yang mungkin telah lama dipenuhi debu dunia.
Perjalanan untuk memperbaharui janji sebagai hamba Allah.
Di Tanah Suci nanti, do’a-do’a akan dipanjatkan:
Untuk orang tua yang telah membesarkan kita dengan kasih sayang.
Untuk keluarga & orang yang kita cintai.
Untuk sahabat yang berjalan bersama dalam kehidupan.
Untuk para pemimpin negeri.
Untuk bangsa Indonesia agar selalu diberi kedamaian dan keberkahan.
Dan juga untuk dunia yang hari ini diliputi konflik dan peperangan, agar Allah SWT menurunkan rahmat-Nya dan mengembalikan manusia kepada jalan keadilan dan kemanusiaan.
Semoga perjalanan Umroh bersama keluarga besar NRA Group Travel ini menjadi perjalanan yang diridhoi Allah SWT.
Semoga setiap langkah menuju Masjidil Haram menjadi penghapus dosa.
Semoga setiap sujud di depan Ka’bah menjadi saksi taubat kita.
Semoga setiap do’a di Masjid Nabawi menjadi bukti kerinduan kita kepada Rasulullah SAW.
Ya Allah…
Jika perjalanan ini Engkau izinkan, jadikanlah ia perjalanan yang membersihkan hati kami.
Jadikanlah ia sebab diampuninya dosa-dosa kami.
Dan jangan Engkau kembalikan kami dari Tanah Suci kecuali dalam keadaan hati yang lebih bersih, iman yang lebih kuat, dan niat yang lebih tulus untuk berbuat baik.
Labbaik Allahumma Labbaik…
Labbaik Laa Syarika Laka Labbaik…
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin. 🤲🤲🤲🕋🕋🕋 -**
AW+05+03+26


















alhamdulilah