Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
JAKARTA- Dengan hati yang sangat berduka dan rasa kehilangan yang begitu dalam, saya menerima kabar wafatnya seorang sahabat, Almarhum R. Dwiyanto Prihartono, ketua harian DPN Peradi.

Saya sangat terkejut ketika baru membaca kabar duka tersebut di Grup WA Wanhat DPN PERADI beberapa jam yang lalu. Saat itu, almarhum ternyata sudah dimakamkan. Hati saya sungguh terasa berat. Ada rasa sedih, dan penyesalan yang mendalam karena saya baru mengetahui kabar itu setelah semuanya berlalu, padahal berita duka tersebut telah ada sejak semalam.
Qadarullah, semua telah menjadi ketetapan Allah SWT. Namun sebagai sahabat, saya tetap merasa sangat menyesal karena tidak sempat hadir memberikan penghormatan terakhir, tidak sempat mengantarkan almarhum ke tempat peristirahatan terakhir, dan tidak sempat berdiri di antara orang-orang yang mendo’akannya secara langsung.
Almarhum adalah orang baik. Saya mengenalnya sejak masa muda, saat kami sama-sama meniti jalan kehidupan dan karier sebagai advokat. Kami pernah melewati masa-masa awal perjuangan, belajar, berproses, menghadapi kerasnya dunia hukum, dan berusaha menjaga kehormatan profesi yang kami cintai.
Dalam ingatan saya, almarhum adalah pribadi yang baik hati, bersahabat, rendah hati, dan tulus dalam pergaulan. Banyak pengurus DPN Peradi tidak tahu, bahwa beliau bukan hanya rekan seprofesi, tetapi juga sahabat seperjalanan dalam masa-masa penting kehidupan saya. Banyak kenangan masa muda, perjuangan, percakapan, dan kebersamaan yang akan selalu saya simpan dalam hati.
Hari ini saya kehilangan seorang sahabat. Dunia advokat kehilangan salah satu putra terbaiknya. Keluarga, sahabat, dan kolega kehilangan seorang insan yang baik.
Selamat jalan sahabatku.
Maafkan saya yang terlambat mengetahui kabar kepergianmu. Ma’afkan saya yang tidak sempat hadir mengantarkanmu. Tetapi insya Allah, do’a saya tetap menyertaimu.
Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu ‘anhu.
Ya Allah, ampunilah dosa-dosanya, rahmatilah ia, lapangkanlah kuburnya, terangilah jalannya, terimalah seluruh amal ibadahnya, dan tempatkanlah ia di tempat terbaik di sisi-Mu.
Semoga almarhum berpulang dalam keadaan husnul khatimah. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, kekuatan, dan keikhlasan. Dan semoga kita semua yang masih diberi waktu dapat mengambil pelajaran bahwa pada akhirnya, sebaik-baik bekal pulang kepada Allah adalah iman, amal saleh, dan nama baik yang ditinggalkan.
Selamat jalan sahabatku.
Engkau telah pergi, tetapi kebaikan dan kenangan tentangmu akan tetap hidup dalam do’a-do’a kami.-**













